Powered by Blogger.

Tentang Mei: Sisters and Brothers

by - December 20, 2017


Buat orang - orang yang kenal sama masing - masing dari kami mungkin ga akan nyangka kalau kami adalah 2 orang yang selalu ngatain satu sama lain nyebelin tapi juga selalu saling mencari, karena bahkan sampe sekarang pun kami masih sering nanya ke satu sama lain "Bingung gak sih kok kita bisa jadi deket?" dan kami sama - sama ga punya jawabannya. Tapi jawaban dari pertanyaan itu sepertinya ga terlalu penting, karena yang penting adalah apa yang membuat kami merasa bisa mengandalkan dan mempercayakan cerita - cerita paling kelam sekalipun kepada satu sama lain.

Semoga yang kiri bertoga 2018, dan yang kanan bertoga 2019
Jadi sebenernya siapa sih orang yang gue maksud, buat yang ga kenal, nama dia David Immanuel Dana tapi kalau kalian temen sekampus kami, ga mungkin ga kenal karena dia baru aja mendapatkan jabatan sebagai duta kampus. Sehebat apa sih orang ini? Hebat jelas karena itu yang selalu dia banggakan, pinter jelas karena emang orangnya selalu mencari jawaban dibalik semua pertanyaan yang penting bagi dirinya, berpikir terlalu logis juga jelas karena itu yang selalu dia tekankan. Meskipun kalau dari sisi emosional dia ngakunya agak terbelakang dibanding yang lain. Dari deskripsi yang tadi udah keliatan jelas betapa besar otak yang dia miliki, saking besarnya dia sering kali bikin gue merasa terbelakang dalam bidang intelektual. Jujur belum pernah ada orang yang bisa bikin gue merasa sebodoh kalau gue lagi ngobrol sama dia, sampe - sampe gue pernah menghabiskan sepanjang perjalanan dari Serpong ke Bogor hanya memikirkan "Emang gue sebodoh itu?". Gue selalu dibuat merasa bodoh karena ga bisa menjawab trivia seputar sisi scientific dari makanan yang seharusnya wajar dong kalau gue ga tau, kan gue bukan mahasiswa teknik pangan kayak dia. Membuat gue merasa bodoh tentunya bukan hal yang gue senangi dari berteman sama dia, tapi kalau dilihat dari sisi lain, dengan merasa bodoh gue semakin ingin membuktikan kalau gue ga bodoh, Terkadang kalau ada pertanyaan yang gue rasa menarik maka akan gue cari jawabannya di google.

Yang gue dapatkan dari dia tentunya bukan hanya sekedar jawaban dari pertanyaan "Klorofil kalo didegradasi jadi apa?" atau "Kenapa daging ayam warnanya putih dan daging sapi warnanya merah?" tapi ada banyak pelajaran mengenai hidup yang gue dapetin. Meski lahir tahun 1997, yang membuat dia 1 tahun lebih muda dari gue, tapi rasanya dibandingkan dengan apa yang gue pelajari dari dia, dia ga mempelajari apapun dari gue. Dibalik keisengan dan becandaan yang ia lontarkan hampir setiap hari,  mungkin gak banyak yang tau kalau sebenarnya pikiran dia seringkali diisi dengan pikiran - pikiran mendalam mengenai hidup dan ketika pikiran tersebut ia ceritakan, biasanya gue akan mulai mengkaji ulang mengenai hidup yang telah gue jalani.

Food adventure oleh 2 orang dengan selera makan yang sangat berbeda
Ga hanya itu, satu hal yang juga membuat pertemanan kami menarik bagi gue adalah karena banyak 'first time' yang bisa gue lakukan bersama dia. Seperti first time nonton film horror di bioskop, first time main switch menu for a day karena selera makan kami yang sangat bertolak belakang, first time nekat mau naik ke parkiran mobil di TA lewat jalur mobil, first time ngabisin big box Pizza Hut berdua sampe eneg, first time nyobain King Mango (meski katanya mangga itu cancer bagi dia), dan masih banyak lagi first time lainnya.

Kalau disuruh memilih 1 lagu yang bisa mencerminkan kami, mungkin lagu itu adalah 'Sisters and Brothers' oleh Sidewalk Prophets. Thanks vid, udah jadi adek sekaligus kakak juga kadang - kadang ketika aku lagi butuh. You're definitely one of the best thing ever happened these past 4 years.

*Bagian awal tulisan ditulis bulan Mei, dan bagian akhir ditulis bulan Desember


You May Also Like

0 comments