Powered by Blogger.

Tentang Desember: Akhir Tahun, Akhir Semester

by - December 20, 2017

Dari semuanya cuma 4 yang udah punya cewe, yang minat bisa contact aja
Ketika lo sadar kalau besok adalah hari terakhir kelas bareng - bareng sama temen, baru akan kerasa betapa berharganya setiap momen, bahkan momen paling ga penting dan paling bikin males sekalipun. Hal itu gue alami hari ini pada tanggal 6 Desember 2017. Tadi pas di kos temen bareng - bareng ngerjain tugas, tiba - tiba gue nanya "Eh lo besok kelas kan? Gilaaa besok kelas terakhir!" Tiba tiba aja setelah itu langsung keinget semua kenangan di kelas "Gila ga akan bisa titip absen lagi!" "Gila di group tiap pagi ga akan ada lagi yang chat mager kelas dengan harapan bakal ada yang jawab mager juga biar bisa bolos bareng, tapi ujung ujungnya pada masuk juga.". Semua kalimat dimulai dengan kata "Gila", karena memang se ga nyangka itu kalau dunia kuliah gue mulai sampai pada bagian akhirnya. Bukan hanya dunia kuliah tapi seluruh proses belajar gue sudah mulai keliatan endingnya. Masa - masa untuk mencoba dan dengan bebas melakukan kesalahan sudah hampir habis. Kalimat yang bisa gue ucapkan sekarang mungkin hanya "Future, please be nice to me.".

Yang berpangku tangan sedang kabur dari kenyataan.
Di penghujung semester 7 ini sebenernya bikin gue sadar kalau semester ini sepertinya salah satu semester yang paling memorable, semester yang bikin gue jarang pulang ke rumah ntah karena mau ngurusin acara, ntah karena mau janjian sama temen, tapi yang jelas paling jarang karena mau kerjain tugas bareng. Karena jujur aja semakin naik semester, semakin naik juga tingkat kemalasan gue dan temen - temen sekelas. Satu kata yang selalu kita ucapkan ketika ada yang nanyain tugas, "Selaaaaaw". Satu kata itu selalu bikin kami lega dan lupa sama kepanikan karena tugas yang mungkin muncul untuk beberapa mili detik. Sesantai itu lah kami, mungkin kami mahasiswa semester 7 paling santai diantara yang lainnya, terutama bila dibandingkan dengan anak prodi sebelah yang sampe - sampe pengen nongkrong bareng kami untuk mengosongkan pikiran.
luv luv
Semester ini juga mempertemukan gue dengan beberapa orang baru, alasan gue bisa sampe main sama orang - orang ini adalah karena kami beberapa anak sekelas patungan beli meja pingpong. Sejak itu hampir setiap ada waktu kosong atau kalau ga ada waktu kosong pun dikosong kosongin aja buat kumpul dan main ping pong. Orang - orang baru yang meja ping pong ini pertemukan dengan gue adalah anak - anak di kos Filbert, karena di sana lah letak meja ping pong yang kami beli. Hampir setiap hari kita main ga ada bosen bosennya. Pertemanan kami dengan anak - anak (ditambah bapak penjaga kos) dimulai dari beberapa kalimat formalitas seperti "Baru balik?", "Mau kelas?", "Duluan ya", tapi kalimat - kalimat itu tentu telah berganti dengan nyanyi - nyanyi bareng sambil teriak, main ping pong bareng, dan kami bahkan udah ngerencanain buat bbq di kos setelah selesai UAS. Terima kasih buat meja ping pong karena telah menyatukan kami semua...

Ga hanya bertemu dengan orang baru, tapi juga ada seorang temen yang udah kayak adek gue sendiri di kampus yang mungkin udah gue sayang sama kayak temen - temen Blackhorse (begitulah kami menamakan group kami yang isinya 22 pria dan 1 wanita) gue. Cerita lengkap mengenai seorang teman itu bisa click di hyperlink atau buka post "Tentang Mei" dan cerita tentang Blackhorse akan menyusul segera hehe...

Terakhir, gue ingin mengutip kalimat dari seorang dosen, "Motivasi itu diciptakan, bukan dicari.". Beliau berkata demikian ketika gue bilang "Pak doain saya biar bisa segera menemukan motivasi untuk mengerjakan skripsi dong.". Buat semuanya termasuk gue, semoga kita bisa segera menciptakan motivasi kita sendiri untuk menyelesaikan skripsi dan bertoga sama - sama tahun 2018!


You May Also Like

0 comments